Kamis, 03 April 2008

melayu

Jangan malu sebagai orang melayu
oleh
Rizal Mahmuzar Bin Moh. Nasir
& Ikhvan Fuady bin Moh. Yussof

Tingkap papan kayu bersegi
Sampan sakat di pulau angsa
Bertambah tampan karena budi
Budi bahasa menunjukkan bangsa

Pucuk pauh delima batu
Letak sekejap di atas peti
Walau banyak orang yang malu
Takkan hilang melayu di bumi

Harus diakui bahwa orang melayu umumnya hidup sebagai nelayan kecil, petani yang kurang berhasil, berkebun yang tak lebat buah, pedagang yang tersaingi, pegawai golongan rendah, orang alim yang tak ternama dan bahkan ada stereotip buruk yang harus kita pikul yaitu pemalas, banyak cerita, dan tertinggal mencapai kemajuan dalam segala aspek kehidupan.

Namun begitu bukan berarti kita harus mengaku-ngaku sebagai susku bangsa lain. Bila dirunut muasal generasi keatas bisa saja tak ada seorang pun bersuku bangsa melayu. Karena seluruh orang Indonesia, kecuali papua berasal dari indocina. Tak akan ada bangsa amerika karena mereka berasal dari daratn Eropa, sepertiInggris, Perancis jerman, ortugis, spanyol dan lain-lain. Walau bagaimanapun kita harus semestinya bangga sebagai orang melayu.

Orang melayu pertama sekali mengusir penjajah portugis yang di pimpin laksamana hang tuah pada tahun 1563 di teluk bintan, Riau. Orang melayu satu-satunya etnis bangsa di Asia tenggara ini yang dalam antropologi disebut sebagai etnis internasional. Orang melayu sebagai penduduk asli tinggal pada beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, selatan Thailand, selatan Mindanao, singapura dan Brunei Darussalam.

Orang melayu umumnya tinggal di sekitar selat malaka, tempat ramainyalalu lintas pelayaran niagaantar benua. Orang melayu menjadi juru kelasi, nakhoda yang gagah berani melayarkan kapal kayu dan tongkangnya keseluruh penjuru nusantara. Orang melayu menyinggahi hampir seluruh pelabuhan, pangkalan dan tangkahan orang melaut. Ada pula yang menikahi gadis setempat dan tinggal menetap semabari menyiarkan agama islam. Orang melayu bdan bahasanya semakin dikenal, sejalan dengan itu “language area” melayu semakin meluas. Bahasa melayu akhirnya menjadi “lingua franca” menjadi bahasa perantara dalam perdagangan dan pergaulan antar penutur bahasa yang berbeda di rantau ini.

Dahulu Cuma orang melayu saja yang mengenal panggilan ibu bapa, ayah bunda, abah emak (mungkin ditransfer dari bahasa lain) tapi kosa kata hasil rekayasa orang melayu itu di contoh tiru oleh ham,pir semua suku bangsa di Indonesia. hampir semua perbendaharaan kosa kata bahsa melayu terpakai sebagai kosakata bahasa Indonesia. konsepsi anasir dan jalan pikiran melayu yang tersimpan dalam pribahasa dan pepatah – petitihnya menjadi rujukan perangai yang baik dan pedoman etika bangsa Indonesia.

Orang melayu juga poandai dan kreatif dalam membuat aneka menu masakan. Hidangan melayu demikian variatif, nikmat citarasanya, bersih dan suci tidak musta’mal dan sesuai selerta umumnya orang Indonesia. itulah sebabnya pada setiap restoran besar di Indonesia, rumah makan di kota-kota besar di Indonesia tertulis di pamfletnya RM. Khas Minang/Melayu. Orang melayu mendapat rangking kedua pintar memasak setelah orang minang.

Orang melayu dahulu menjadi perompak baik dan lanun yang sholeh di tengah laut. kapal-kapal pencuri dan perampok di tangkap dan barang rampasannya itu dibagikan kepada orang-orang miskin yang tingal disekitar pantai. Sepupu hang jebat, bernama hang kesturi berurat kawat bertulang besi kesatria gagah berani menjadi jendral kedua di nusantara ini, setalah gatot kaca dari tanah jawa (Jhon Anderson; the expedition malay’s in Nusantara Archipelago’s) ini suatu bukti bahwa orang melayu tidak pengecut, tubuhnya kuat siap mengahadapi angina besar dan angiun rebut. Cuaca buruk atau pun cuaca baik. Sungguhpun begitu orang melayu tetap lemah lembut, sopan santun, suka bersedekah dan memberi pertolongan kepada siapa saja yang tidak mengajaknya untuk berkelahi. Orang melayu penyabar, hati boleh panas namun kepala tetap dingin.

Hentak umpan hentak
Kapal hanyut ke hulu
Hendak bukan tak hendak
Hendak pikirkan dahulu

Kegemilangan kekuasaan diraja dan tamaddun melayu yang pernah mencapai puncak keemasan terbukti dengan banyaknya peninggalan istana, mesjid sultan, kebun buah kerajaan di seluruh negeri-negeri melayu.

Orang melayu adalah etnis ketiga terbesar jumlahnya setelah orang jawa dan sunda. Semua orang melayu didunia diperkirakan hampir dua puluh lima juta jiwa (nahu melayu; Prof. Asmah Haji Oemar, 1997). Kebaudayaan dan adat-istiadat oranbg melayu mewarnai tampilan kebudayaan baru orang tapsel, orang jawa di sumatera dan orang-orang islam di seluruh Indonesia (antropologi masyarakat Indonesia, Prof. Tapi Omas br. Simatupang, UI, 1990) istiadat tepung tawar, pelaminan dan upacara penikahan, adat berkhatam kaji dan pesta sunnat rasul, bal;ai merawal mohon doa restu , doa selamat bahkan bentuk sanggul perempuan melayu , lipat pandan dan sasak kelok siput menjadi genre dan ilham untuk modifikasi budaya baru dalam perwujudan kristalisasi kebudayaan nasional.

Tarian melayu serampang dua belas tidak saja terkenal di Indonesia tapi menjadi pertunjukan tari hiburan di luar nnegeri. Orkes melayu berkembang menjadi musik dangdut yang di gemari segenap lapisan masyarakat. (baca : Rhoma irama, sejarah musik dangdut, 1992). Pantun dan syair melayu dipelajari Dario tingkat taman kanak-kanak (tk) sampai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, irama padang pasir (nasyid) adalah hasil gubahan orang melayu terhadap seni musik timur tengah. Tari zapin gerak tari arab yang direka cipta sesuai selera rentak dan gerakan tari melayu diiringi dengan musik dan nyayian dengan irama khas melayu. Marhaban, barzanji dan kasidah dimadahkan dengan lagu ras dan bayathi ala melayu. Orang melayumemang hebat, transfer budaya luar itu walaupun berakulturasi namun masih tetap dengan warna tersendiri pada orang melayu. Ada tarioan melayu disamping tari zapin. Ada irama melayu disamping irama padang pasir. Ada baju teluk belanga disamping ghuynting cina (baju KOKO). Seperti dikatakan tadi keseluruhan nilai dan hsail budaya melayu menmgilhami dan menjadi genre invention kebudayaan tetangga “kultur area” melayu. Sehingga tari zapin, irama padang pasir, baju koko dll dianggap sebagai hasil atau unsur budaya orang muslim di nusantara. Timbullah pengertian bahwa melayu identik dengan islam dan hampir seluruh kebudayaan melayu disangka milik dan sebagai budaya umat islam di Indonesia.

Lihatlah di pusat perbelanjaan, benda-benda budaya melayu diperjual belikan oleh orang bukan melayu. Ada bunga balai, ada balai berukir, ada tapak sirih,. Ada tanda berkat, ada songket batu bara, ada sarang ketupat melayu, bunga rampai melayu, peralatan meninggal orang melayu, peribahasa melayu yang dibukukan, peci melayu, dll.

Tiba-tiba panggung hiburan seni suara orang Indonesia di guncangkan oleh kehadiran Siti Nurhaliza dengan lagu cindai nya yang dikarang oleh pak Ngah. Iyeth Bustami dengan laila canggong dan laksamana mraja dilaut yang dikarang oleh seorang pemuda melayu riau.

Di tingkat nasional orang melayu mulai diperhitungkan sejak hamzah haz seorang putera melayu asli kialimantan barat menjadi seorang wakil presiden. Prof. Yusril ihza mahendra dipilih SBY menjadi sekretaris negara, anak melayu dari pulau bangka, menteri sosial bachtiar chamsyah anak melayu keturunan aceh.

Orang melayu juga tampil berperang, mengangkat senjata untuk mengusir penjajah dan membela tanah air, dan putera melayu juga dikenal pantang menyerah terhadap para penjajah dizaman penjajahan dahulu. Ini lah kata-kata pujian Prof. Hj. T. Silvana Sinar kepada Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah, sultan negeri Serdang yang tak sekalipun bersedia berjumpa dengan belanda untuk berunding hingga akhir hayatnya.

Engkau Syahid, tiada lagi
Telah hilang tapi terbilang
Tiada suka hidup mewah
Tapi hina terjajah
Berhati baja pantang surut kebelakang
Rela berkorban mempertahankan agama
Berperang untuk Nusa dan Bangsa

Sultan syarif Kasim dari negeri Siak Sri Indrapura bertempur dengan laskar belanda sampai titik darah penghabisan. Sultan thaha dari Jambi memenggal kepala sembilan orang serdadu belanda, dan banyak cerita kepahlawanan putera melayu lainnya dalam membela tanah air Indonesia.

Sejak sepuluh tahun sebelum Presiden HM. Soeharto lengser dari jabatannya, orang melayu pun mulai menyadari ketertinggalannya, bekerja keras menyingsingkan lengan baju untuk mencapai kemajuan dan kesuksesan, menyekolahkan anak-anaknya dan mengupayakan anak-anaknya untuk dapat menjadi birokrat (PNS) karena begitulah di negara ini betapa enaknya nya menjadi PNS, tidak perlu bekerja secara professional tetapi mendapat fasilitas kehidupan serta kedudukan oleh pemerintah.

Daerah-daerah melayu yang banyak dikuasai oleh orang-orang bukan melayu kini kembali berangsur-angsur dapat dipegang kembali birokrasi nya oleh orang melayu. Begitu juga di negara jiran Malaysia, dr. Mahatir Muhammad dapat membangun negaranya dengan kepemimpinan nya yang bisa dibilang cukup berhasil sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat orang melayu di muka bumi ini.

Tidak ada komentar: