BESTCAMP VS PENGUASA
“wars come and go,
but my soldiers stay eternal”
TUPAC
mulai awal tahun 2008 berbagai macam permasalahan yang terjadi dan timbul di kalangan aktifis mahasiswa di fakultas ekonomi UMSU. Mulai dari penyebaran isu sampai saling tuding antara sesama aktifis. Entah mengapa dan bagaimana hal ini bisa terus berkembang dan makin memperkeruh suasana tetapi yang jelas fitnah semakin menjadi-jadi. Bahkan untuk berbicara saja pun musti hati-hati sebab begitu ada celah maka perkataan tadi bisa di jadikan senjata untuk menyerang balik kepada yang mengucapkan. Kondisi seperti ini sudah bisa saya ramalkan dari dahulu, karena karakter yang dimiliki teman-teman sudah saya ketahui benar, sebab 80 % ilmu mereka beraktifis adalah ajaran saya.
Tetapi bukan masalah ajaran saya tadi yang kita permasalahkan disini. Melainkan pengembangan dan solusi dalam menjaga keutuhan bestcamp serta mensterilkan bestcamp dari pada pihak-pihak yang tidak senang debngan ideologi yang tumbuh dan berkembang di bestcamp.
Saya sebagai salah seorang senioran imm yang juga kebetulan mantan ketua umum IMM FE UMSU, tentunya selama ini banyak mendampingi dan meninjau kondisi adik2 yang ada di imm. Selain mendampingi tentunya juga sebagai tenpat mereka mendiskusikan permasalah yang ada di IMM dan mencari solusinya, bisa di katakana setelah saya tamat dan sampai sekarang belum bekerja tetap, saya banyak menghabiskan waktu berada di Bestcamp. Semua keseharian dan perkembangan yang ada di bestcamp pada umumnya saya ketahui, apalagi jika ada masalah pada kegiatan ataupun rencana-rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.
Dengan tingkat keberadaan dan pertemuan saya dengan kader2 imm fe umsu yang juga saya anggap sebagai adik2 saya sendiri, tentunya banyak nasehat dan masukan yang saya bereikan pada adik2 saya, dan saya hanya akan memberikan tanggapan dan nasehat apabila ada yang bertanya atau menanyakan sesuatu hal kepada saya. Saya tidak pernah membuat wacan-wacana terlebih dahulu.
Yang saya kecewakan adalah mengapa setiap wacana dan nasehat yang saya berikan malah menjadi suatu hal nyang digunakan untuk balik menyerang saya. Saya juga tahu betapa tidak sterilnya bestcamp itu dari orang-orang yang anti kepada saya. Sebab mereka iri atau masalah perut mereka yang harus di isi. Jika ada perkataan saya yang agak ekstrim maka akan disampaikan kepada bos-bos fakultas dengan lebih ekstrim lagi ditambah bumbu-bumbu penyedap oleh sang penyampai. Dan jika ada yang baik dari saya maka dengan cepat hal baik itu akan di sulap dan dijadikan bahwasanya bukan berasal dari saya, tentunya sang penyampai ini sangat piawai dalam “bisnis teknologi informasi” (tapi sayang, maen internet gak bisa).
Saya bisa sadari kepentingan mereka dalam mencari muka pada bos-bos fakultas begitu besar, karena orang seperti ini telah banyak mendengar dan melihat sendiri keuntungan menjadi penjilat penguasa. Hal ini di karena kan ada beberapa oknum yang mengarahkan mereka agar menjadi seorang manusia yang mempunyai karakter penjilat yang menutup mata kepada kebenaran. Dan sebagi seorang individualis yang agak bodoh mereka akan mengikut serta bersedia menjadi budak dari propaganda.
Alhamdulillah, tidak semua orang di dunia ini begitu bodoh untuk mau saja mendengar dan mematuhi jenis pemikiran seperti ini. Masih ada yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan tidak mudah terpengaruh dengan kesenangan sesaat yang ditawarkan dengan mengorbankan kebenaran.
Saya sebagai tokoh sentral pergerakan yang selalu memberikan perbandingan-perbandingan kepada adik2 tentunya paling sering di jadikan korban dan di kambing hitamkan jika ada saja masalah-masalah yang katanya membahayakan fakultas. Pada hal yang paling bahaya adalah membiarkan “pembodohan” terus dilakukan demi tercapainya kepentingan beberapa orang. Fitnah dan pembunuhan karakter sudah biasa saya terima. Bahkan ada beberapa teman akrab saya yang paling banyak saya bantu karirnya dalam berorganisasi ternyata sanggup mengkhianati saya dan memfitnahsaya… luar biasa bukan.
Sebagai komunitas pergerakan mahasiswa , IMM FE UMSU bukan lah organisasi yang berada di bawah fakultas secara langsung (lihat AD/Art). Dan IMM adalah pergerakan intelektual yang berorientasi untuk mencerdaskan anggotanya. Tapi entah kenapa ada saja pihak luar (bukan kader) ingin masuk ke sistem dan merusak IMM itu sendiri. Mungkin karena mereka tahu bahwasanya siapa yang merupakan “stakeholder” dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Saya tidak pernah takut dan menyerah dalam menyampaikan kebenaran… dan walaupun saya akhirnya berhasil di singkirkan. Maka ingatlah satu hal bahwa saya boleh saja hilang tapi akan banyak lagi orang-orang seperti saya yang akan berjuang dan menyampaikan misi kebenaran demi menyelamatkan ikatan.
Perang akan datang dan pergi tetapi pejuang tetap abadi………………
Sabtu, 19 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar