Prolog.
Ditengah gejolak pergerakan yangterjadi didunia kampus ternyata banyak sekali indikasi yang menunujukkan adanya keganjilan dalam proses yang biasanya dikatakan sebagai sebuah proses “pembelajaran” tersebut. Para aktifis yang menjadi aktor-aktor pergerakan mahasiswa tersebut ternyata banyak yang memanfaatkan lembaga maupun organisasi yang dinaunginya sebagai sebuah alat untuk mengejar kepentingan sesaat yang sifatnya pribadi. Label “aktifis” yang dipakai oleh para mahasiswa ternyata tidak dapat menjadi sebuah tolok ukur bagi kecerdasannya,malah lebih sebagai identitas palsu dalam mengakses keberbagai struktur yang harusnya belum boleh untuk dimasukinya. Sebagai seorang intelektual tantunya ini merupakan suatu hal yang sangat mengecewakan bagi perkembangan intelektual mahasiswa yang seharusnya dapat menjadi kontrol sosial maupun sebagai pembaharu (agent of change)bagi bangsa.Kita terkadang heran dan takjub (bingung) melihat tokoh-tokoh mahasiswa sekarang yang pada umumnya lebih mementingkan karir organisasinya ketimbang memikirkan bagaimana agar dapat menyelesaikan kuliahnya. Mungkinkita bertanya “ada apa dengan mereka(para aktifis)”?. Untuk itu saya perluuntuk sedikit mengembangkan sebuah wacana untuk berpikir kritis bagi kita dalam menyikapi dunia akademis yangakhir-akhir ini berubah menjadilebih “praktis” dari yang seharusnya.
Mahasiswa dan kampus.
Mahasiswa sebagai seorang pelajar tentunya dituntut untuk dapat menyelesaikan kuliah nya dengan memuaskan dan nantinya dapat mengaktualisasikan ilmunya kemasyarakat atau dengan pekerjaannya,sebagai pelaku dunia akademis mahasiswa juga harus dapat merumuskan ide-ide dan ilmu yang dirasa bermanfaat bagi dunia kademik itusendiri, proses belajar mengajar harus dapat berkesinambungan dan terealisasi dengan baik untuk mencapai keunggulan sarjana yang nantinya dihasilkan oleh kampus. Sebagai kontrol sosial mahasiswa juga tidak perlu terlalu terlibat dan terbawadalam “kepentingan” kelompok atau pribadi yang ada dikampus, justru kerjasamalah yang paling dibutuhkan antara semua pihak yang terlibatdidalam dunia akademis ini. Jadi mahasiswa harus lebih memusatkan dirinya kedalam kesibukan akademis daripada mengurusi hal-hal yang bukanlah urusannya.Mahasiswa juga harus lebih cerdas dalam menyikapi sebuah perkembangan yang ada tetapi bukan lah berarti mahasiswa harus ikut terbawa dalam suasana yang sengaja diciptakan oleh kalangan-kalangan yang mempunyai “kepentingan”. Jika ada yangterasa salah maka mahasiswa harus berani dalam mengungkapkan dan memperbaikinya, hal ini diperlukan untuk sebuah masa depan kampus yanglebih baik tetapi tidak ikut arus kekuatan untuk menyelamatkan diri sendiri saja. Oleh karena itu mahasiswa harus mengerti akan posisinya sebagai kalangan intelektual yang dinamis bukanlah “kambing congek” yang hanya tau “makan” saja. Aktifis mahasiswa jangan sampai terjebak dalam suasana “pembodohan” terselubung dalam sebuah proses yang mengatasnamakan demokrasi, karena justru pembodohan itu dapat dengan mudah direalisasikan kedalam proses demokrasi yang susah untuk dibatasi ruang lingkupnya.Sikap para aktifis mahasiswa haruslebih inklusif dan bukan lah eksklusif sebab sikap ekslusif hanya membawa kedalam sebuah suasana tertutup dan mencegah adanya keterbukaan dalam setiap perkembangan yang terjadi. Jangan pernah menjadi orang yangselalu menutupi kelemahan dalam jaketkeagungan, jangan tutupi ketidakmampuan dengan alasan-alasan retoris sebab itu akan membawa kehancuran bagi lembaga yang dinaungi.
Kekuatan mahasiswa.
Kekuatan mahasiswa sekarang ini adalahkekuatan mahasiswa yang dapat dibeli,kata seorang kawan saya sesama aktifiskepada saya. Saya bisa menebak alasannya berkata seperti itu karana memangbanyak pergerakan mahasiswa yangterkadang mencurigakan dalam menyikapihal-hal yang katanya menyangkutkepentingan bersama, mahasiswa aktifmenghadiri undangan maupun acara-acaraParpol maupun acara-acara seremonial(yang tidak ada hubungannya dengan akademis)
ada apa dengan mu mahasiswa?
Kamis, 20 Desember 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar