selamat buat ketua baru
setelah terpilih, sejuta beban ada dipundak anda. jangan anda kira semua itu tidak ada pertanggung jawabannya. setan-setan akan mulai mengganggu anda.
ada setan kayu laut
ada setan wanita
ada setan sok malaikat
macam-macam lah
maka nya anda harus membela teman-teman anda kaum mahaiswa yang selalu ditindas dan dijadikan sapi perah yang selalu dihisap susunya oleh para antek2 setan.
anda akan tidak mendapat apa2, tetapi hanya dibohongi. antisipasilah
jangan terlena.
jangan dungu
apalagi kalau yang menokohi itu orang dungu
coba perhatikan setan-setan itu
mereka dungu kan....
Minggu, 18 Mei 2008
Minggu, 11 Mei 2008
bertanya matahari
Bertanya Matahari,
by ikhvan fuady
Ketika matahri bertanya, untuk apa terus ku sinari bumi yang isinya hanya orang-orang congkak, sombong, dan tak pernah berterima kasih………?
Padahal sinarkulah yang memberi sumber energi kepada mereka, cahayakulah yang menerangi mereka dan menjadi sumber kehidupan mereka….
Setiap pagi aku harus mulai bekerja dari satu sisi ke sisi lainnya, dan apabila kau terlambat, mereka akan menghujatku, dan jika aku terlalu panas maka mereka mencaci diriku…
Aku sebenarnya lelah dengan sikap orang-orang yang tak pernah mau mengerti dengan keadaanku! Kata matahari…..
Pada hal bukan mauku jadi seperti ini, karena tuhanlah yang menjadikanku dan memberi kewajiban kepadaku…
Lebih baik kupanaskan tubuhku agar sinarku dapat menghancurkan mereka….Tapi belum saatnya… kata Tuhan ku…
Matahari heran, mengapa Tuhannya begitu lama memberikan kesempatan pada manusia, padahal mereka hanya begitu-begitu saja, tidak berubah… dan tak ada yang istimewa…
by ikhvan fuady
Ketika matahri bertanya, untuk apa terus ku sinari bumi yang isinya hanya orang-orang congkak, sombong, dan tak pernah berterima kasih………?
Padahal sinarkulah yang memberi sumber energi kepada mereka, cahayakulah yang menerangi mereka dan menjadi sumber kehidupan mereka….
Setiap pagi aku harus mulai bekerja dari satu sisi ke sisi lainnya, dan apabila kau terlambat, mereka akan menghujatku, dan jika aku terlalu panas maka mereka mencaci diriku…
Aku sebenarnya lelah dengan sikap orang-orang yang tak pernah mau mengerti dengan keadaanku! Kata matahari…..
Pada hal bukan mauku jadi seperti ini, karena tuhanlah yang menjadikanku dan memberi kewajiban kepadaku…
Lebih baik kupanaskan tubuhku agar sinarku dapat menghancurkan mereka….Tapi belum saatnya… kata Tuhan ku…
Matahari heran, mengapa Tuhannya begitu lama memberikan kesempatan pada manusia, padahal mereka hanya begitu-begitu saja, tidak berubah… dan tak ada yang istimewa…
Langganan:
Komentar (Atom)